Tips

SIFAT UTAMA YANG HARUS DIMILIKI GURU

Pendidik (Guru) merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan peserta didik. Pihak yang bertanggung jawab terhadap pendidikan peserta didik adala guru di sekolah, orangtua, dan masyrakat. Pendidik utama dalam konteks rumah tangga adalah orang tua, sedangkan dalam konteks pendidikan di sekolah menjadi tanggung jawab utama guru. Masyarakat baik secara inidividual, kolektif maupun lembaga juga memiliki peranan penting dalam proses pendidikan. Akan tetapi, dalam konteks uraian ini pendidik lebih ditekankan pada guru di sekolah. Guru yang baik memiliki beberapa sifat. Ada sebelah sifat utama guru yang baik sebagaimana dikemukakan oleh Alan Haskvitz sebagai berikut :
  1. Tidak puas. Sifat pertama dari guru yang berkualitas tinggi, yakni ia adalah pelajar yang baik. Mereka selalu bersemangat untuk belajar hal-hal baru, memperluas basis pengetahuan mereka, dan bereksperimen dengan cara yang lebih baik untuk mencapai keberhasilan. Mereka adalah pembelajar seumur hidup. Jadi, sifat pertama adalah harus puas dengan apa yang ada. Dengan kata lain, guru terbaik selalu untuk siswa.
  2.  Harapan yang tinggi. Harapan yang tinggi adalah sifat kedua guru berprestasi. Ada orang yang mengatakan bahwa memiliki harapan yang tinggi dapat meciptakan kegagalan. Dengan kata lain, kepala sekolah tidak ingin menetapkan tujuan yang tinggi karena takut keluhan orang tua. Pada kenyataannya, menetapkan standar yang tinggi mendorong kemampuan terbaik siswa dan meciptakan di dalamnya perasaan prestasi. Mereka menjadi mandiri, belajar menunda kepuasan, dan lebih dewasa sebab persaingan tidak bisa dihindari. Menetapkan harapan yang tinggi mungkin membuat siswa tidak nyaman. Dengan kata lain, guru yang baik mendorong pengambilan resiko dan penerimaan kesalahan. 
  3.  Menciptakan kemandirian. Pendidik sangat efektif mahir dalam memantau masalah-masalah dan kemajuan siswa. Mereka memulihkan bila diperlukan dan membedakan yang diperlukan. Untuk melakukn hal ini, mereka menggunakan waktu mereka dengan baik. Mereka tidak berada di tengah kelas. Para siswa di dorong untuk mencari bantuan dan jawavban sendiri. Hal ini sama seperti  manajer yang baik memiliki tim di tempat itu dapat beroperasi dengan baik tanpa dia. Guru yang baik menciptakan mahasiswa di suatu kesadaran diri yang berlangsung seumur hidup. Mereka mempromosikan pemahaman yang lebih dalam konsep dan kebiasaan kerja dari sekadar belajar kurikulum yang disarankan.  
  4.  Berpengetahuan luas. Guru memiliki pengetahuan yang mendalam tentang materi pelajaran dan mampu memanipulasi, menyederhanakan, dan mengindividualisasikan data lebih mudah karena mereka adalah master. Untuk mendapatkan ini, mereka tidak hanya bekerja keras, tetapi memiliki gairah untuk mendalami mata pelajaran. Mereka mampu berempati dengan siswa yang mungkin tidak menyukai subjek pelajaran dan mengubah kurangnya antusiasme dengan mengahdirkan fakta dari sudut yang berbeda. Guru yang semacam ini tidak berhenti menciptakan ide-ide baru. 
  5. Humor. Gur kelas harus memiliki rasa humor yang baik, mereka membuat lelucon dan menerima lelucon. Mereka bercerita dengan menunjukkan hal-hal konyol, membawa sukacita pada situasi yang sulit, dan tidak takut tertawa. Mereka menggunakan humor yang berhubung dengan siswa. Dengan kata lain, guru yang baik menjaga perhatian siswa tanpa rasa takut.
  6.  Berwawasan. Berwawasan bertujuan memberikan penilaian cepat dan akurat mengenai hasil karya siswa. Tes dan proyek lainnya dievaluasi pada waktu yang tepat. Karya siswa tidak dapat dipenuhi dengan tanda merah atau bintang emas, tetapi dikemblikan dengan pemahaman tentang apa yang benar dan apa yang bisa diperbaiki. Tanpa evauasi, konstan anak yang belajar tidak dapat mebuat kemajuan siswa yang dibimbing. Seorang guru tidak membantu mencegah pemikiran orisinal, tetapi harus dibuktikan. Pada setiap waktu, pendidik terbaik adalah mencari penalaran siswa daripada jawabannya. Dengan kata lain, untuk guru berwawasan, penilaian siswa menilai kinerja guru dan memberikan ide-ide tentang perubahan apa yang perlu dibuat untuk diperbaiki.
  7.  Fleksibel. Guru-guru terbaik menggunakan masyarakat sebagai sumber daya mereka. Mereka melihat pendidikan lebih dari apa yang dilakukan di dalam kelas. Mereka meliki kelompok-kelompok sipil, berpartisipasi dalam organisasi, dan menggunakan kontak untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Misalnya, mereka membawa tamu pembicara, mencari sumbangan dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan, dan memungkinkan siswa menampilkan karya mereka supaya dikritik dan dinikmati masyarakat luas. Mereka menggunakan teknologi sebagai perpanjangan masyarakat dan menemukan sumber daya baru untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Mereka menggunakan pemberitaan di surat kabar untuk membuka pikiran anak dengan yang sedang terjadi di dunia dan setiap saat mencari momen mendidik. (contoh di mana seorang anak mengungkapkan minat pada sesuatu yang bisa digunakan untuk menstimulasi pembelajarn mereka). Guru dikatakan unggul apabila mampu mengikuti arah-arah yang lebih mendorong. Guru yang baik mendorong input siswa dan menggunakan masyarakat untuk membuat pembelajaran lebih menyegarkan. Dengan kata lain, seorang instruktur berkualitas adalah master fleksibilitas. 
  8. Berbeda. Seorang guru tingkat pertama menyediakan berbagai metode untuk belajar. Mereka mengintegrasikan pelajaran antara beberapa mata pelajaran. Mereka menggunakan makalah penelitian, karya seni, puisi, dan pendidikan bahkan fisik sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sebagai contoh, ketika seorang anak belajar sebagai seorang penjelajah, guru menunjukkan mereka berapa mil per jam mereka berjalan, cara membuat grafik dari kalori yang mereka butuhkan, membuat peta perjalanan dengan legenda, menulis jurnal tentang apa yang mereka lihat, menggambar flora dan fauna, membuat presentasi. Dengan demikian, siswa merasa dapat menentukan yang terbaik dan terburuk sebagai bagian dari penemuan. Dengan kata lain, pendidik mahir menawarkan anak-anak beragam jalan untuk mengejar keunggulan.
  9.  Tidak menerima. Seorang guru yang berkualitas tidak menerima. Mereka tidak menerima jawaban tepukan. Mereka tidak menerima draft pertama. Mereka tidak menerima alasan palsu. Mereka bukan guru termudah karena sifat ini. Pendidikan pada dasarnya mendisiplinkan pikiran. Seorang siswa yang tahu aturan, tahu apa yang akan terjadi, dan tahu apa yang benar. Para guru terbaik. Dengan kata lain, seorang guru yang unggul memahami kebutuhan anak sekarang dan di masa depan. 
  10.  Tidak menyesuaikan (unconforming). sifat yang paling menarik adalah seorang guru berkualitas menjaga anak-anak kehilanagn keseimbangan. Siswa tidak bosan, tapi tertantang. Ketika seorang anak yang memiliki seorang guru terampil ketika sampai di rumah, mereka berbicara tentang apa yang mereka lakukan di kelas. Mereka kesal, mereka termotivasi, dan mereka tahu harus siap untuk hal-hal yang tak terduga. Seorang guru yang berkualitasa tinggi dapat berdandan dalam berpakaian, menunjukkan video, membawa mereka ke perpustakaan, minta mereka bekerja pada sebuah proyek, membuat pelajaran satu sama lain, bekerja pada komputer, mengkoreksi pekerjaan teman sekelas, dan menciptakan permainan saat jam istirahat. 
  11.   Seorang komunikator. Dari catatan, tidak satu makalah penelitian mengatakan sifat guru berkualitas baik adalah kamar rapi, nilai mudah, kemampuan untuk menulis rapih atau berpakaian dengan baik. Semua ciri-ciri berurusan dengan kemampuan untuk memicu belajar dan dengan demikian sifat yang paling penting dari semua adalah kemampuan untuk berkomunikasi. 

Jadi, jika anda ingin menjadi guru yang berkualitas cobalah untuk terus mengupayakan keberadaan sebelas unsur tersebut di atas ada pada pribadi anda. selamat mencoba, selamat menemukan makna guru sejati.


    Daftar Pustaka :
    Ahmadi, Rulam.2014.Pengantar Pendidikan,Yogyakarta: Ar-ruz Media 

    No comments:

    Post a Comment