Negara Finlandia sampai saat ini menjadi acuan sistem pendidikan
terbaik dunia menurut hasil survei Organization for Economic
Cooperation and Development (OECD), lembaga survei internasional yang
komprehensif pada 2003. Lembaga tersebut melakukan tes yang dikenal
dengan nama PISA untuk mengukur kemampuan siswa di bidang sains,
membaca, dan matematika.
Sistem pendidikan Finlandia dianggap memanusiakan siswa-siswanya
dengan tidak membebani lewat penambahan jam belajar, memberi PR,
menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir dengan berbagai tes.
Siswa di Finlandia malah mulai sekolah pada usia yang agak lambat
dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu 7 tahun, dan jam sekolah
yang lebih sedikit, hanya 30 jam per minggu.
Namun, seperti disebut Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan
Menengah, Anies Baswedan, bangsa Indonesia tidak menyadari bahwa sistem
pendidikan di Finlandia sudah diterapkan Ki Hajar Dewantara sejak
1930-an. Tokoh pendidikan Indonesia itu sudah menulis sistem tersebut
dalam bukunya, Sekolah Taman Siswa.
“Kita sebagai anak bangsa jarang membaca buku karangan Ki Hajar
Dewantara. Sebaliknya, Finlandia sudah mempraktikkannya sejak tahun
80-an. Kini sistem pendidikan Finlandia memesona dan menjadi acuan semua
negara di dunia, “ ujarnya saat bertatap muka dengan sekitar 650 kepala
Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia di aula
Kemdikbud, Jakarta, Senin, (1/12).
Anies memaparkan bahwa pemikiran Ki Hajar Dewantara yang diterapkan
Finlandia, salah satunya, bahkan yang utama, adalah menjadikan sekolah
sebagai taman bermain. Dengan menjadikan sekolah sebagai taman bermain,
situasi pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan, peserta
didik selalu ketagihan untuk sekolah dan belajar.
“Bandingkan dengan situasi sekolah di Indonesia yang membuat peserta
didik stres, tegang, dan merasa sekolah sebagai beban. Di sana disebut
taman, bukan yang lain. Kita harus mendorong agar murid-murid kita bisa
merasa seperti di taman. Mereka harus bisa ketagihan belajar,”
tambahnya.
Karena itu, Anies meminta kepada seluruh jajaran pendidik di Tanah
Air agar mengembalikan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi
siswa. Sekolah harus diubah menjadi tempat yang menyenangkan. Kalau
siswa ke sekolah pasti ingin kembali, bukan ingin segera pulang.
Belajar dari filosofi yang dibuat bapak pendidikan Ki Hajar Dewantoro
dalam bukunya, lembaga pendidikannya diberi nama taman, yaitu tempat
yang penuh kebahagiaan dan menyenangkan. Anies mengatakan, membuat
sekolah menjadi tempat yang menyenangkan harus menjadi visi seluruh
jajaran pendidik di Tanah Air.
Metode lain yang diterapkan di Finlandia, kata Anies, adalah menolak
penyeragaman dan membuka ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk
berkreasi, dan inovatif.
Sumber:
http://citizendaily.net/anies-baswedan-finlandia-terapkan-sistem-pendidikan-yang-dicetuskan-ki-hajar-dewantara/
No comments:
Post a Comment