Wednesday, December 17, 2014

Anies Baswedan: Finlandia Terapkan Sistem Pendidikan yang Dicetuskan Ki Hajar Dewantara

Sumber foto:
nasional.kompas.com
Negara Finlandia sampai saat ini menjadi acuan sistem pendidikan terbaik dunia menurut hasil survei Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), lembaga survei internasional yang komprehensif pada 2003. Lembaga tersebut melakukan tes yang dikenal dengan nama PISA untuk mengukur kemampuan siswa di bidang sains, membaca, dan matematika.
Sistem pendidikan Finlandia dianggap memanusiakan siswa-siswanya dengan tidak membebani lewat penambahan jam belajar, memberi PR, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir dengan berbagai tes. Siswa di Finlandia malah mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu 7 tahun, dan jam sekolah yang lebih sedikit, hanya 30 jam per minggu.
Namun, seperti disebut Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Anies Baswedan, bangsa Indonesia tidak menyadari bahwa sistem pendidikan di Finlandia sudah diterapkan Ki Hajar Dewantara sejak 1930-an. Tokoh pendidikan Indonesia itu sudah menulis sistem tersebut dalam bukunya, Sekolah Taman Siswa.
“Kita sebagai anak bangsa jarang membaca buku karangan Ki Hajar Dewantara. Sebaliknya, Finlandia sudah mempraktikkannya sejak tahun 80-an. Kini sistem pendidikan Finlandia memesona dan menjadi acuan semua negara di dunia, “ ujarnya saat bertatap muka dengan sekitar 650 kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia di aula Kemdikbud, Jakarta, Senin, (1/12).
Anies memaparkan bahwa pemikiran Ki Hajar Dewantara yang diterapkan Finlandia, salah satunya, bahkan yang utama, adalah menjadikan sekolah sebagai taman bermain. Dengan menjadikan sekolah sebagai taman bermain, situasi pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan, peserta didik selalu ketagihan untuk sekolah dan belajar.
“Bandingkan dengan situasi sekolah di Indonesia yang membuat peserta didik stres, tegang, dan merasa sekolah sebagai beban. Di sana disebut taman, bukan yang lain. Kita harus mendorong agar murid-murid kita bisa merasa seperti di taman. Mereka harus bisa ketagihan belajar,” tambahnya.
Karena itu, Anies meminta kepada seluruh jajaran pendidik di Tanah Air agar mengembalikan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa. Sekolah harus diubah menjadi tempat yang menyenangkan. Kalau siswa ke sekolah pasti ingin kembali, bukan ingin segera pulang.
Belajar dari filosofi yang dibuat bapak pendidikan Ki Hajar Dewantoro dalam bukunya, lembaga pendidikannya diberi nama taman, yaitu tempat yang penuh kebahagiaan dan menyenangkan. Anies mengatakan, membuat sekolah menjadi tempat yang menyenangkan harus menjadi visi seluruh jajaran pendidik di Tanah Air.
Metode lain yang diterapkan di Finlandia, kata Anies, adalah menolak penyeragaman dan membuka ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk berkreasi, dan inovatif.

Sumber:
http://citizendaily.net/anies-baswedan-finlandia-terapkan-sistem-pendidikan-yang-dicetuskan-ki-hajar-dewantara/

No comments:

Post a Comment